Jumat, 22 April 2011

PERSETUJUAN, SANGGAHAN DAN PENOLAKAN

Diskusi merupakan pembicaraan antara dua orang atau lebih. Pembicaraan ini bertujuan mencari kesepakatan dalam memecahkan suatu masalah.
Diskusi akan berjalan lancar jika:
1)peserta mengetahui tujuan diskusi;
2)peserta memahami masalah yang didiskusikan;
3)peserta menghormati pemimpin diskusi;
4)pemimpin diskusi mampu memimpin acara diskusi dengan adil.

Setelah menentukan bentuk forum diskusi, maka langkahlangkah selanjutnya adalah sebagai berikut.
a.Pemandu/pemimpin diskusi membuka acara.
b.Penyampaian permasalahan oleh pembicara/pemimpin diskusi.
c.Mendiskusikan kemungkinan cara memecahkan masalah tersebut.
d.Pemilihan cara pemecahan masalah.
e.Pemandu/pemimpin diskusi menutup acara hari ini.

Berikut ini cara menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan.

Contoh menyampaikan persetujuan.
1)Menurut pendapat saya, usul Saudara sangat tepat. Saya setuju dengan usul tersebut!
2)Jika hal itu dipandang baik, saya setuju saja.
3)Baiklah, saya sependapat dan menyetujuinya.

Contoh menyanggah dalam diskusi.
1)Bagaimana mungkin suasana itu akan selesai. Sebaiknya diteliti terlebih dahulu.
2)Saya menyangsikan, bagaimana? Setujukah Saudara?
3)Saya tidak terlibat, sebab saya baru tahu sekarang.

Contoh menyampaikan penolakan.
1)Saya sangat tidak setuju, baca saja OR.
2)Benarkah harga itu? Bagaimana oleh pemimpin diskusi?
3)Wah, jangan saya deh!

Sumber :
Maryati; Sutopo. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia 2 Jakarta: Pusat Perbukuan, Departement Pendidikian Nasional
Bab 8 halaman 68-69


Untuk membahas suatu masalah, dilakukan berbagai diskusi. Dalam kegiatan ini kamu akan berlatih berpendapat dan menyanggah pendapat/menolak usul yang ada dalam diskusi. Kamu akan memperbincangkan masalah sinema remaja yang ditayangkan televisi dalam suatu diskusi.
Aktivitas pembelajaran yang harus kamu lakukan untuk menguasai kompetensi menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi disertai bukti adalah (1) mengungkapkan persertujuan dengan alasan; (2) mengungkapkan sanggahan dengan alasan; (3) mengungkapkan penolakan dengan alasan, dan (4) mengomentari proses diskusi.
Sebagai bahan diskusi, bacalah dua teks berikut!

Sinema Remaja Tayangan Televisi Kita

Setelah sukses A2DC menyedot pemirsa remaja, banyak sineas dan produser melirik pasar baru untuk bisnis hiburannya. Akibatnya, jangan heran jika puluhan sinema remaja setiap pekannya diputar di berbagai stasiun televisi lokal. Semua bercerita tentang remaja. Persoalannya, bagaimana dengan muatan yang dibawa sinema-sinema tersebut?
Wow, remaja adalah pasar yang potensial. Berdasarkan cacatan dari Biro Pusat Statistik, pada tahun 1994 saja, peraentase remaja usia 15--24 tahun di Jakarta dari total penduduknya adalah 26,58%.
Yang terbesar kedua adalah Surabaya, 12,72%. Di wilayah Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Bandung kalau dijumlahkan mencapai 20,47%. Dan saat dilakukan survei oleh BPS waktu itu, jumlah remaja Indonesia di kota-kota besar sekitar 4,2 juta jiwa. Maka kalau sekarang persentase itu dianggap tetap, dengan jumlah yang semakin meningkat, maka wajar dong kalau mau mengeruk pasar di wilayah itu menjadi amat potensial.
Belum lagi kalau melihat tipe remaja sekarang, yang cenderung nyantai dan hobi hura-hura, maka sesuai banget dengan tema-tema yang diangkat ke layar kaca. Kamu bisa ngeliat dalam layar kaca karakter anak belasan tahun. Biasanya nih, hura-hura, senang berkumpul dengan teman-teman, berbusana kasual, eksentrik, dan keluyuran ke mal. Sementara tentang kegiatan di waktu luang? Ya, keluyuran ke mal, ke diskotik, dan restoran-restoran fast food. Dan yang sudah 20--25 tahun, aktivitas waktu luangnya adalah jalan-jalan bersama pacar, seperti nonton film, ke diskotik, pub, restoran, dan mal.
Bagaimana pendapat remaja tentang sinema remaja dalam tayangan televisi? “Sinema-sinema remaja yang ada sekarang aku rasa cukup bagus. Aku memang sering ngikutin. Produk impor yang paling aku suka ya, Meteor Garden,” ujar Ferry, salah seorang siswa SMU. Berbeda dengan Ferry, Hasan berujar, “Saya tidak suka dengan sinetron remaja sekarang, karena isinya bertentangan dengan moral agama, serta menggiring remaja untuk menjadi orang yang bebas ,” ujar Ahmad Hasan salah seorang remaja. Aku melihat memang ceritanya nggak realistis sih, dan terasa diada-adakan saja. Jauh sih dari kehidupan yang sebenarnya,” lanjut Hasan.
Oke deh, gimana juga, ini adalah sebuah fenomena. Ini masalah yang kompleks. Di satu sisi, bagi sebagian remaja, sinema remaja di televisi hanya dipandang sebagai alternatif hiburan, tapi sebagian yang lain dianggap sebagai ancaman. Meskipun demikian, tentunya kita bisa berpikir lebih jernih, bahwa yang terpenting dari persoalan ini adalah soal isi, alias muatan budaya yang diemban dalam sinemasinema tersebut.
Sebenarnya, bukan karena sineas kita nggak bisa bikin sinetron yang bagus. Menurut mereka bikin sinetron yang realistis cenderung tidak laku. Sinetron yang disukai remaja adalah sinetron yang mengumbar kemewahan atau menebar horor. Dengan demikian sineas kita cenderung mengutamakan keuntungannya daripada mendidik remaja kita melalui layar kaca.

Usia Remaja Paling Rawan

Apa-apa yang ditayangkan televisi secara terus-menerus akan membuat orang mengikutinya. Contohnya saja iklan “siapa takut”. Orang-orang ikutikutan menggunakan “siapa takut” dalam perbincangan sehari-hari. Hal ini juga terjadi waktu orang berbondong-bondong mengidentifikasikan diri dengan tokoh di televisi. Pada masa lalu, misalnya, orang beramai-ramai mengikuti gaya Elvis Presley. Demikian juga orang akan terbawa untuk
meniru busana maupun gaya tokoh di televisi.
Adapun usia remaja merupakan usia yang paling rawan terkena pengaruh. Pada usia antara 13—18 tahun atau setingkat SMP-SMA itu anak-anak sangat rentan untuk terpengaruh perilaku yang ditontonnya. Remaja juga rentan terlibat NAZA, pergaulan bebas, dan sebagainya. Ada perubahan sistem hormonal yang memengaruhi alam pikir, rasa, dan perilakunya. Maka kita harus lebih perhatian dalam menjaga mereka.
Lebih jauh Dadang mengingatkan, pengaruh televisi yang sifatnya audio visual memang lebih besar ketimbang audio pendengaran atau bacaan. Jadi, remaja kita yang gemar nonton film yang serba memperbolehkan semua perilaku bebas, akan beranggapan bahwa perilaku itu diperbolehkan. Remaja kita akan beranggapan bahwa berpacaran heboh dan gonta-ganti pacar adalah sesuatu yang biasa. “Pendek kata, mereka akan terimitasi, itulah way of life yang dianggap layak diikuti,” cetus psikiater yang banyak berhubungan dengan masalah remaja ini.
Menurutnya, jika sesuatu disampaikan berulang-ulang secara konsisten dengan pesan yang kurang lebih sama, bisa diprediksi akan terjadi perubahan budaya sesuai dengan yang disampaikan. Dia juga menekankan bahwa perilaku yang ditiru remaja dan anak-anak tidak sekadar bersifat fisik dan verbal. Tapi lebih dari itu, mereka memang sudah dimasuki nilai-nilai yang dianut atau diperankan oleh tokoh-tokoh dalam film/sinetron yang ditontonnya itu.

Setelah membaca teks tersebut, diskusikan dalam kelompokmu hal- hal berikut!
a. Temukan informasi yang paling menarik dari kedua teks tersebut!
b. Temukan pendapat yang didukung oleh alasan yang sangat kuat!
c. Temukan pendapat yang didukung oleh data paling kuat!
d. Temukan pendapat yang alasan pendukungnya rendah atau tidak ada!
Dari catatan inilah kamu dapat membandingkan isi berita dari topik yang sama pada
dua sumber yang berbeda.


1.Mengungkapkan Persetujuan dengan Alasan

Sebagaimana dikemukan dalam teks, Ahmad Hasan berpendapat bahwa sinema remaja kurang mendidik dan bertentangan dengan nilai moral dan agama. Terhadap endapat Ahmad Hasan tersebut apakah kamu setuju? Kemukakan persetujuanmu dengan mengungkapkan pula alasan lain di luar yang dikemukakan Ahmad Hassan!
Contoh persetujuan dengan alasan seperti berikut ini.
Saya sependapat dengan Saudara Ahmad Hasan yang menyatakan bahwa sinetron kita bertentangan dengan nilai moral dan agama. Bertentangan dengan nilai moral di antaranya pada pendemonstrasian hidup mewah dan hidup malas. Sekolah bukan tempat berprestasi, tetapi merupakan latar percintaan belaka. Belum lagi, gaya berkelahi yang dipertontonkan tidak natural dan cenderung menonjolkan contoh yang tidak bijak. Segala sesuatunya dilebih-lebihkan..


2.Mengungkapkan Sanggahan dengan Alasan

Sebagaimana dikemukakan dalam teks, seorang temanmu setuju bahwa sinema remaja hanya merupakan hiburan. Kamu tidak setuju dengan pendapat dalam teks yang juga dikuatkan oleh temanmu tersebut. Tulislah sanggahanmu untuk pernyataan tersebut!
Contoh sanggahan dengan alasan adalah sebagai berikut
Menurut saya pendapat yang mengatakan bahwa sinema remaja tayangan televisi kita hanya merupakan hiburan, tidaklah benar. Remaja sangat sering menonton televisi. Jumlah waktu yang digunakan cukup banyak untuk menikmati sinema-sinema itu. Dengan demikian, lambat laun akan terbentuk persepsi dalam pribadi remaja yang baik adalah kepribadian remaja seperti yang ditontonnya. Persepsi itu akan memengaruhi perilaku remaja di masa mendatang.


3.Mengungkapkan Penolakan dengan Alasan

Menolak pendapat dalam sebuah diskusi merupakan hal wajar. Hanya menjadi tidak wajar jika yang ditolak adalah orangnya. Penolakan yang santun adalah penolakan pada pendapatnya. Kemudian, penolakan itu diikuti dengan argumentasi yang masuk akal.
Berikut ini dapat kamu amati contoh penolakan pendapat dalam diskusi.
Saya sependapat jika dikatakan bahwa lambat laun nilai yang dibawa sinema remaja akan memengaruhi cara hidup remaja. Akan tetapi, saya tidak setuju jika jalan keluarnya kita harus memboikot penayangan sinema remaja tersebut. Masih banyak cara untuk membicarakan isu yang penting ini. Bukankah para produser dengan seluruh awaknya juga remaja, pernah remaja, atau memiliki anak remaja. Kekhawatiran kita, sebenarnya juga kekhawatiran mereka. Marilah kita cari cara yang lebih bisa menyentuh mereka.


4.Mengomentari Proses Diskusi

Berikanlah komentar terhadap diskusi yang kamu lakukan dari segi (1) kejelasan arah topik yang didiskusikan; (2) besarnya partisipasi anggota dalam memberikan usulan dukungan, sanggahan, dan penolakan pendapat; (3) kelogisan alasan yang diungkapkan untuk menyetujui, menyanggah, menolak usul; serta (4) kesantunannya dalam memberikan persetujuan, penyanggahan, dan penolakan!

Sumber:
Laksono, Kisyani; Yulianto, Bambang; Harsiati, Titik; Nurhadi. 2008.Contextual Teaching and Learning Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Bab 7 halaman 117-120


Tiap orang memiliki asasi, termasuk hak berbicara atau berpendapat. Apalagi di alam
demokrasi, hak berpendapat sangat dibutuhkan, bahkan dilindungi undang-undang. Dengan banyak pendapat, kamu akan semakin banyak masukan, terutama dalam memecahkan persoalan. Akan tetapi, bukan berarti pendapatnya harus disetujui dan diterima oleh pihak lain. Pihak lain boleh menyanggah, bahkan menolak jika pendapat itu tidak disetujuinya. Kegiatan ini sering disebut adu pendapat.
Kegiatan adu pendapat amat penting kamu pelajari. Hal ini terjadi karena kemampuanmu akan dihargai orang lain jika kamu mampu menyampaikan pendapat atau menolak pendapat dengan baik. Harga dirimu pun akan semakin meningkat jika kamu mampu mengajukan pendapat atau menolak pendapat dengan cara yang santun. Nah, sekarang dalam pembelajaran ini, kamu akan berlatih mengajukan pendapat dan menyanggahnya dalam sebuah debat (adu pendapat).

1.Menyanggah atau Menolak Pendapat dengan Santun

Menyanggah atau menolak pendapat termasuk kegiatan berkomunikasi dengan pihak lain. Jika menyanggah atau menolak pendapat, kamu perlu memperhatikan aspek kesantunan. Misalnya, jangan meremehkan orang lain yang berpendapat, jangan mencaci pendapat yang disampaikan, jangan menyanggah dengan emosional, jangan mengunggulkan diri sendiri, dan lain-lain.


2.Memahami Pendapat Orang Lain sebelum Menyanggah

Apabila kamu akan memberikan sanggahan atas pendapat orang lain, pahamilah dahulu pendapat tersebut. Dengan memahami pendapat tersebut, kamu bisa menyusun sanggahan sebagai landasannya. Jadi, dalam memberikan sanggahan didasarkan atas alasan yang kuat, bukan atas dasar emosi.
Bacalah pendapat berikut dan pahamilah!

Pendapat I
Naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM), terutama solar dan minyak tanah tentu mcngancam industri transportasi. Kami selaku pelaku langsung mengalami dampak yang sangat berarti karena komponen utama industri ini adalah BBM (solar) yang naiknya mencapai 102% belum lagi uang makan para sopir/kernet serta karyawan lainnya, dengan minyak tanah yang naiknya hingga 120%, tentu harga makan naik. Selain itu, onderdil juga beranjak naik sementara kebijakan ongkosan/tarif angkutan dari menhub hanya bisa naik maksimal 40%. Oleh karena itu, PHK merupakan pilihan yang tidak bisa dihindari. Tanpa begitu, perusahaan akan bangkrut.

Pendapat II
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dipastikan akan memicu kenaikan biaya
produksi industri tekstil antara 18 persen hingga 33 persen. Untuk mensiasati tingginya biaya produksi, kami anggota Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) lebih memilih untuk mengurangi jumlah mesin yang beroperasi. Artinya, hal itu juga mengurangi jumlah karyawan. Seperti pernah diberitakan, API mempredikasi akan terjadi pemutusan hubungan kerja sekitar 300 ribu pekerja di sektor industri tekstil tahun ini. Mereka juga memprediksi 200 ribu pengusaha akan kehilangan pekerjaan mereka.

Pendapat III
Pedagang kaki lima identik dengan kekumuhan dan kesemrawutan. Tidak heran, jika
para pedagang kaki lima mangkal di berbagai tepi jalan protokol, kota yang tadinya bersih akan berubah menjadi kota yang kotor dan semrawut. Jadi menurut saya, para pedagang kaki lima hendaknya dilarang berjualan di tengah kota.

3.Menolak dengan Santun Disertai Alasan yang Logis

Dalam memberikan sanggahan dianggap akan kuat dan meyakinkan apabila disertai bukti atau alasan. Bukti atau alasan harus masuk akal dan benar-benar berkaitan dengan masalah yang diusulkan. Alasan dan bukti yang kuat akan menjadikan tanggapan atau penolakan sulit terbantah dan tidak terkesan mengada-ada.
Perhatikan contoh penolakan berikut!
Saya kurang setuju jika masalah pengangguran hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pengangguran adalah masalah bersama, baik pemerintah, masyarakat, dan diri sendiri. Apabila pengangguran hanya dibebankan pada pemerintah, mana mungkin pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan sebanyak yang dibutuhkan? Oleh karena itu, partisipasi masyarakat atu orang per orang untuk menciptakan lapangan pekerjaan merupakan sesuatu yang amat berarti untuk memecahkan masalah pengangguran.

4.Menyanggah Pendapat dalam Adu Pendapat

Setelah kamu memahami tata cara menyanggah atau menolak pendapat orang lain, pembelajaran selanjutnya adalah menyampaikan sanggahan yang sesungguhnya dalam sebuah adu pendapat. Pembelajaran adu pendapat ini amat menarik kamu lakukan. Di sini kamu akan belajar bagaimana meyakinkan seseorang agar mempercayai dan mengikuti pendapatmu. Untuk itu, penyampaian bukti atau alasan menjadi sangat penting untuk mendukung pendapat (sanggahan).
Hal-hal yang harus kamu perhatikan sebelum kamu melaksanakan adu pendapat
adalah sebagai berikut.
1. Dalam adu pendapat ada pihak yang pro dan ada pihak yang kontra.
2. Saat mengajukan sanggahan harus melalui moderator.
3. Janganlah mengajukan sanggahan atas dasar emosi sehingga berbicara tanpa melaui
moderator (pemimpin diskusi).
4. Sampaikan sanggahan dengan cara yang santun disertai alasan yang logis.
5. Berpeganglah pada prinsip bahwa beda pendapat adalah rahmat dan merupakan hal
yang biasa.

Sumber :
Setyorini, Yulianti; Wahono. 2008. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Unit 7 halaman 87


Dalam kehidupan sehari-hari kita, sering terlibat diskusi dengan orang lain, baik diskusi secara formal (seperti seminar atau simposium) maupun diskusi kelompok yang kita lakukan. Dalam berdiskusi, kita harus pandai berargumen. Argumen perlu kita sampaikan agar orang lain yakin dengan pendapat yang kita ajukan. Pendapat dalam diskusi dapat berupa persetujuan, sanggahan, atau penolakan.
Dalam bagian ini, kamu akan berlatih menyampaikan pendapat berupa persetujuan, sanggahan, atau penolakan disertai dengan bukti alasan dalam sebuah diskusi formal.

1.Menyampaikan Persetujuan dalam Diskusi

Dalam berdiskusi, sering terjadi silang pendapat antarpeserta diskusi. Namun, tidak jarang juga antara peserta yang satu memiliki pendapat yang sama dengan peserta yang lain. Persetujuan terhadap pendapat peserta lain ini tentu saja harus diikuti dengan argumentasi sehingga meyakinkan peserta diskusi. Persetujuan terhadap pendapat orang lain misalnya dapat dikemukakan dengan cara sebagai berikut.
a. Saya sependapat dengan Saudara ...... karena pada dasarnya .....
b. Saya setuju dengan pendapat ....... sebab ...........
c. Menurut saya pendapat Saudara benar sebab .......

2.Menyampaikan Sanggahan dalam Diskusi

Apabila ada peserta diskusi yang manyampaikan pendapat dan pendapatnya berbeda dengan pendapat kita, kita tidak perlu marah-marah. Kita dapat menyampaikan sanggahan terhadap pendapat orang lain yang berbeda dengan pendapat kita. Sanggahan harus disampaikan dengan cara yang baik dan bahasa yang santun. Agar sanggahan yang kita sampaikan dapat diterima oleh orang lain, sanggahan harus diikuti dengan bukti-bukti atau alasan yang logis.

3.Menyampaikan Penolakan Pendapat dalam Diskusi

Menolak pendapat dalam diskusi boleh dilakukan, sepanjang pendapat yang diajukan orang lain itu memang dirasakan tidak rasional dan sukar diterima oleh akal. Penolakan terhadap pendapat orang lain harus mempertimbangkan perasaan orang yang mengajukan pendapat. Penolakan pendapat juga harus disertai dengan alasan yang masuk akal.
Dalam diskusi, pemandu (moderator) berhak menentukan dan membatasi peserta diskusi yang akan mengajukan pendapatnya. Selain itu, pemandu juga berhak mengatur waktu bertanya bagi peserta diskusi.

Sumber :
Suwandi, Sarwiji; Sutarmo. 2008. Bahasa Indonesia 2 Bahasa Kebangganku. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Pelajaran 6 halaman 152-153 
PERSETUJUAN, SANGGAHAN DAN PENOLAKAN

Dalam sebuah diskusi atau permusyawarahan, setiap pendapat, masukan, saran, kritik, ataupun sanggahan dan penolakan terhadap pendapat orang lain harus disertai dengan alasan yang logis atas ketidaksetujuan tersebut dan ada upaya menemukan solusi yang lebih baik. Dalam menyanggah ataupun memberikan solusi, sebaiknya menggunakan bahasa yang santun dan komunikatif.
Persiapkan kelompok kalian untuk mengadakan diskusi dengan bahan wacana di bawah ini. Persiapkan kelengkapan yang diperlukan dalam diskusi. Proses diskusi dapat kalian awali dengan penentuan moderator dan notulis yang bertugas mengendalikan dan mencatat jalannya diskusi.

Perempuan dan Lingkungan Hidup
(Perempuan Terkena Dampak Limbah, Polusi, dan Pencemaran)

Hubungan perempuan dan lingkungan hidup sangat erat. Selain menyediakan air
bersih untuk keluarga, perempuan juga menjaga kebersihan rumah, menyediakan makanan bergizi, mengelola pembuangan sampah, hingga memelihara tanaman agar tercipta keindahan dan keasriannya.
Dalam rumah tangga, perempuan berperan besar bagi terwujudnya pola konsumsi “hijau” atau berwawasan lingkungan. Misalnya dengan memilih produk rumah tangga yang ramah lingkungan, pemisahan sampah, menjadi sampah organik dan nonorganik, pengurangan timbunan sampah dengan pembuatan kompos serta upaya tindakan nyata kegiatan daur ulang.
Perempuan diharapkan dapat menjadi “motor” dalam upaya penghematan energi (listrik, gas, minyak tanah) dan penggunaan air bersih. Hal ini berarti perempuan turut
untuk memberi kesempatan kepada generasi berikutnya agar dapat menikmati sumber daya alam Indonesia yang makin menipis. Sebagai ibu, perempuan berpotensi untuk menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan pada keluarganya.
Namun demikian, kaum perempuan juga rentan terhadap pencemaran lingkungan. Penelitian Dr. Nani Djuangsih (1987) dari UNPAD menemukan adanya residu DDT pada ASI buruh tani. Residu DDT tersebut membahayakan ibu dan bayinya. Selain itu, sayuran yang terkena pestisida pun menjadi tidak aman dikonsumsi keluarga. Di lingkungan rumah tangga, pemakaian obat nyamuk, pemutih pakaian, dan pembersih lantai, mengakibatkan perempuan berpotensi tercemar zat-zat beracun. Dalam jangka panjang zat-zat beracun tersebut berdampak buruk pada kesehatannya. Misalnya gangguan hormon, infertilitas, gangguan syaraf, dan melemahnya sistem imunisasi tubuh.

(Sumber: www.menegpp.go.id, dengan pengubahan)

Dalam proses diskusi dengan bahan wacana di atas akan muncul berbagai pendapat atau tanggapan, misalnya seperti berikut.
1.Saya sependapat dengan pernyataan bahwa perempuan dapat menjadi “motor” dalam upaya menghemat energi. Selain itu, saya juga berpikir bagaimana supaya perempuan juga memiliki hak untuk menjadi motor penggerak di bidang lainnya. Untuk itu, sebagai kaum perempuan, saya sangat mendukung dengan upaya-upaya penyetaraan gender yang dilakukan oleh banyak pihak.
2.Menyikapi kenyataan mengenai dampak lingkungan yang disandang oleh kaum perempuan, saya berpendapat bahwa pemerintah dengan instansi yang terkait beserta kita semua sangat perlu untuk melakukan upaya-upaya antisipasi terhadap dampak pencemaran yang lebih jauh.

Apabila kalian tidak setuju atau kurang sependapat dengan pendapat di atas, kalian dapat menyampaikan ketidaksetujuan kalian dengan menyampaikan sanggahan. Perlu kalian ingat, bahwa dalam menyampaikan sanggahan, harus melalui izin moderator diskusi terlebih dahulu guna menjaga tertibnya diskusi. Selain itu, kalian juga harus mengungkapkan alasan ketidaksetujuan, upaya memberikan solusi, serta menjaga etika berdiskusi lain, seperti penggunaan bahasa yang santun, ilmiah, komunikatif, dan tidak bertele-tele.
Berkenaan dengan proses diskusi selanjutnya, mungkin akan muncul berbagai tanggapan yang berupa pertanyaan, masukan, kritik, dan sanggahan. Tanggapan tersebut misalnya sebagai berikut.
a.Sanggahan terhadap pernyataan 1 mengenai pemikiran kembali tentang upaya untuk menjadikan kaum wanita sebagai motor penggerak di berbagai bidang. Tidak semua bidang tepat dan sesuai ditangani oleh kaum wanita. Perjuangan-perjuangan penyetaraan gender yang dilakukan oleh banyak pihak harus memperhitungkan batas-batas kemampuan kaum wanita itu sendiri.
b.Saya sependapat dengan pernyataan bahwa perempuan dapat menjadi “motor” dalam upaya menghemat energi. Namun demikian, pemikiran mengenai upaya untuk menjadikan kaum wanita sebagai motor penggerak di berbagai bidang, menurut saya harus dipikirkan kembali secara masak. Menurut pemikiran saya, tidak semua bidang tepat dan sesuai ditangani oleh kaum wanita. Contoh di antaranya adalah perempuan sebagai kepala keluarga yang dalam keluarga tersebut terdapat pria yang mampu memimpin. Jadi, menurut saya, perjuangan-perjuangan penyetaraan gender yang dilakukan oleh banyak pihak harus memperhitungkan batas-batas kemampuan kaum wanita itu sendiri.

Sumber :
Wirajaya, Asep Yudha; Sudaramawati. 2008. Berbahasa dan Bersastra Indonesia 2. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Pelajaran 10 halaman 181-183 


Diskusi merupakan pembahasan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk memecahkan suatu permasalahan atau untuk mencapai kesepakatan. Dalam diskusi, ide diperdebatkan sehingga tampak kekurangan dan kelebihan dari ide tersebut. Permasalahan yang diangkat dalam diskusi akan dikaji sedemikian rupa sehingga dapat ditarik kesimpulan yang dapat dipahami oleh seluruh peserta diskusi.
Perdebatan/pengkajian masalah dalam diskusi biasanya diwarnai dengan pro dan kontra, setuju dan tidak setuju, serta sanggahan dan penolakan pendapat. Hal-hal tersebut wajar dalam sebuah diskusi asalkan disampaikan dengan penuh tanggung jawab disertai bukti/alasan yang kuat. Selain itu, seseorang yang menyampaikan pendapatnya dalam diskusi harus menyampaikannya secara santun, misalnya :

1.Maaf, saya kurang setuju dengan pendapat Saudara. Menurut saya, pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab salah satu pihak.
2.Maaf, Saudara Amin, usul Anda sebenarnya menarik, tetapi perlu diingat bahwa kita tidak mempunyai dana yang cukup.
3.Maaf, saya tetap tidak setuju dengan pendapat Saudara, tetapi bukan berarti bahwa saya tidak akan bertanggung jawab terhadap kesepakatan yang diputuskan dalam forum ini.

Sumber:
Hariningsih, Dwi; Wisnu, Bambang; Lestari, Septi. 2008. Membuka Jendela Ilmu Pengetahuan dengan Bahasa dan Sastra Indonesia 2. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Bab 8 halaman 91


Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Ungkapan ini perlu diperhatikan
oleh para remaja. Ini mengingat masa remaja merupakan saat kondisi fisiknya sedang dalam masa perkembangan. Dengan memiliki badan yang kuat dan sehat, kamu bisa belajar dengan nyaman, melakukan aktivitas dengan ringan, berpikir jernih.
Kamu bisa meluangkan waktu beberapa menit dalam sehari, beberapa hari dalam
seminggu untuk olahraga. Misalnya setiap pagi kamu lari pagi atau senam di sekitar rumah, setiap sore main sepak bola di lapangan kampung. Apabila memiliki minat dan bakat pada olahraga tertentu, kamu bisa serius menekuni olahraga itu. Tidak sedikit pelajar SMP menjadi atlet karate, catur, dan sebagainya. Hal tersebut tentu membanggakan. Selain sehat, atlet pelajar bisa mengukir prestasi olahraga.
Pada pertemuan ini, kamu akan mengasah kemampuan berbicara dengan melakukan
diskusi bertema olahraga.
Saat berinteraksi di sekolah maupun di lingkungan masyarakat, ada kalanya kamu terlibat dalam sebuah diskusi. Diskusi adalah suatu bentuk kegiatan yang terdiri atas beberapa orang (bertatap muka secara langsung) untuk bertukar pikiran atau pendapat dan pandangan guna mencari pemecahan suatu permasalahan.
Dalam sebuah diskusi pasti ada perbedaan. Setiap peserta diskusi tentu memiliki
pandangan, pikiran, maupun pendapat. Hal ini perlu dihormati oleh seluruh peserta diskusi.
Agar mampu menjadi peserta diskusi yang baik, pada pertemuan berikut kamu mempelajari cara menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi yang semestinya disertai bukti dan alasan yang relevan. Berikut ditampilkan ilustrasi sebuah diskusi.

Perlukah Ada Ekstrakurikuler Beladiri di SMP?

Pemimpin rapat : Sucipto
Pembina OSIS : Bapak Rusdihardjo
Beberapa peserta : 1. Andriyono
rapat yang berbicara 2. Sulami
3. Sulistyawan

Sucipto : ”Dari diskusi ini kita akan menentukan apakah beladiri perlu diadakan dalam kegiatan ekstrakurikuler. Sebelum teman-teman mengemukakan pandangan, saya persilakan Bapak Rusdihardjo memberi wawasan kepada kami.”

Bapak Rusdihardjo : ”Anak-anak, pada prinsipnya sekolah membebaskan kalian membentuk ekstrakurikuler apa pun asal positif dan memberi manfaat yang menunjang pengembangan bakat dan potensi kalian. Silakan diskusi ini memutuskan apakah kalian perlu membuka ekstrakurikuler beladiri. Berdiskusilah dengan kepala dingin dan mengutamakan akal sehat.”

Sucipto : ”Terima kasih Pak Rus. Secara pribadi, saya rasa ada baiknya kita membuka ekstrakurikuler beladiri. Ini akan menggem-bleng fisik dan mental kita serta memberi wadah positif. Secara jangka panjang, siapa tahu dari SMP kita muncul atlet beladiri yunior, misalnya.”

Andriyono : ”Saya sepakat dengan Sucipto. Dengan ikut beladiri, kita akan memiliki kedisiplinan dan keberanian. Lagian minimal seminggu sekali kita berolahraga sehingga badan kita sehat dan bisa belajar secara baik pula.”

Sulami : ”Maaf teman. Apakah kita yang masih SMP perlu belajar beladiri. Apakah nanti tidak membuat siswa-siswi menjadi sok jagoan dan suka berantem. Bukankah remaja seusia kita memiliki emosi yang masih labil?”

Sulistyawan : ”Benar. Secara pribadi saya tidak setuju dengan adanya ekstrakurikuler beladiri di sekolah ini. Bukannya apa-apa. Kita masih ingat kasus banyak siswa yang jadi korban kekerasan temannya gara-gara tayangan Smack Down dulu. Oke kita bukan SD lagi. Tetapi, bisa jadi kan kita menjadi sok kuat dan akhirnya doyan tawur. Sekali lagi maaf ya atas pikiran ini.”

Sucipto : ”Baiklah. Ketiga pendapat ini kita jadikan acuan dalam diskusi ini untuk mengambil keputusan. Silakan ada pemikiran yang lain?”
http//smpn3batam.files.wordpress.com


Sumber:
Kramadibrata, Dewaki; Indrawati, Dewi; Durianto, Didik. 2008. Terampil Berbahasa Indonesia.. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Pelajaran 8 halaman 133-135

1 komentar: